Arti dan Sejarah SARKAWI

Arti Istilah Sarkawi
Arti dan Sejarah Istilah Sarkawi
KEMENBUS - Sahabat BISMANIA, kalian pasti tahu tentang sarkawi. Istilah ini digunakan untuk mereka yang menjadi penumpang gelap pada bus antar kota. Tapi tahukah kalian, jika sarkawi ada sejarahnya. Sejarah sarkawi berawal dari nama seorang kenek PO Pahala Kencana yang bernama Sarkawi. Saat itu PO Pahala Kencana mulai mengibarkan bendera dijalur Cepu-Kudus-Jakarta. Manajemen pun bertekad untuk menghadirkan bus yang aman dan nyaman serta menghilangkan penumpang gelap, yang menjadi budaya para kru sebelumnya. Jika tetap membandel, punishmentnya pun sangat tegas. Imbasnya kebijakan ini, para kru pun berkurang penghasilannya dari menarik penumpang gelap ini.
.
Salah satu yang kecewa dari kebijakan ini adalah pak Sarkawi ini. Diputarlah akalnya, meski ada kebijakan yang tak manusiawi, tapi tetap mendapatkan penghasilan tambahan. Nekatlah pak Sarkawi ini, sekali membawa lolos, dua kali lolos juga, dan seterusnya hingga berkali-kali tetap lolos dari sergapan petugas kontrol. Nah dikalangan para kru, pak Sarkawi disanjung sebagai orang yang sangat jago sekali membawa penumpang gelap.
.
Hingga pak Sarkawi pun gelap mata. Akan tetapi tetap saja yang namanya bangkai pasti akan tetap tercium juga. Beliau kepergok sedang membawa penumpang gelap hingga 17 orang. Entah ditaruh dimana para penumpang gelap tersebut, sehingga aksinya kepergok petugas kontrol. Pak Sarkawi pun diberi sangsi yang berat dan tegas. Esoknya digarasi dipampang banner peringatan dari manajemen bertuliskan "JANGAN BERKELAKUAN SEPERTI SARKAWI !!". Nah sejak saat itulah istilah sarkawi terkenal hingga saat ini dikalangan bismania ataupun para kru bus.
.
Bagaimana, pernah ada yang pernah jadi sarkawi?? Komen ya pengalamannya. Kalo mimin pernah waktu naik Gunung Mulia, udah jaman dulu banget lah itu malem-malem dari Pulo Gadung.
.
Salam, Kemenbus.
Terimakasih.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »